Showing posts with label Original Story. Show all posts
Showing posts with label Original Story. Show all posts

Thursday, October 02, 2008

Hoi!

Hoi, September sudah terlewat tanpa post :(.

Sudah lama sekali blog ini ditelantarkan, tanpa entry baru, tanpa skin baru, tanpa comment baru. Kesibukan, kemalasan dan ketidakmampuan mengakses internet membuat sang empunya mengarang2 alasan untuk menelantarkan blognya.

Mungkin kali ini sekadar update kabar aja ya. Keadaan saat ini dan apa yang bisa diceritakan saat ini, walau sebenarnya banyak sekali topik yang terlintas dan keinginan menulis di sini.

Saat ini saya kembali ke peradaban kemanggisan. Dengan jarak kantor 20 menit by ojek, 30 menit by taksi dan 2 jam by busway. Masalah waktu sekarang jadi bagian yang sensitif. Untuk mendapatkan perjalanan lebih cepat 1,5 jam tanpa berdesak-desakan saya harus rela berkorban 25ribu lebih mahal. Dan kegiatan itu sudah dilakukan setiap pagi selama sebulan ini.

Menghadapi ancaman kebangkrutan, niat bangun lebih pagi dan menempuh rute 2 jam masih diperjuangkan. Apa daya mental yang lemah dan kesungguhan yang rapuh membuat hal tersebut tak kunjung terwujud.

Ok, kwitang sebuah tempat dekat senen yang terkenal dengan tempat membeli buku murah. Masa sih kamu gak tau? Kalau anda lahir di tahun ini mungkin anda tidak akan pernah tau kalo kwitang tempat beli buku murah / bajakan. Karena setiap pagi daerah ini ditunggui oleh petugas pamong praja yang katanya mau memindahkan para penjual buku ini ke daerah lain.

Selain tempat buku, daerah ini menjadi tempat pesinggahan seorang bocah beruntung yang hampir bangkrut. Menjadi seorang SOH kelas teri yang mencoba menyerap semua ilmu yang ada di sana. Tapi malasnya anak ini menjadi halangan nomor 1 dalam proses pembelajarannya.

Saat ini saya sedang berlibur. Berlibur di tanah kelahiran. Menikmati luangnya waktu, walau rencana tugas waktu liburan masih belum tersentuh. Ok, selamat liburan ^^

Tuesday, July 15, 2008

From Tasik With Love

Bip..Bip..bip..bip..bip..


Alarm di ponselku berbunyi. Tidak nyaring bunyinya, hanya sayup-sayup mengiringi pagi yang dingin. Gorden kamarku masih tertutup rapat. Warnanya yang merah membuat kamarku menjadi kemerahan ditembus sinar mentari pagi dari luar sana. Pendingin ruangan yang masih menyala, bernyanyi perlahan sambil menghembuskan hawa dingin yang menusuk kulit.

Aku membuka mataku, bergerak sedikit sambil merenggangkan otot-otot yang kaku saat tidur. Membuka sedikit selimutku yang semalaman telah berjasa melindungiku dari dingin yang memenuhi ruangan. Kehangatannya membuatku dapat tertidur pulas hingga tak tahu waktu untuk bangun.

Aku meraih ponselku disamping ranjang dengan malas, kemudian berusaha mematikan bunyi bising yang ditimbulkannya. Aku tersentak, kaget, kemudian menggerutu sedikit saat kulihat waktu sudah tidak bersahabat. Aku harus sampai di Kwitang jam 8 pagi hari ini. Dan oh, sekarang sudah pukul 7 kurang 20 menit. Kulempar selimutku dengan semua tenaga yang baru saja kukumpulkan semenjak terbangun dan berteriak dengan lantang "Ini hari pertama masuk anak sekolah!!!!"

Aku mandi dan bersiap-siap dengan sedikit panik, kenapa sedikit? karena kupikir sudah tak ada harapan. Walaupun tidak akan ditinggal tetap saja tidaklah enak membuat orang lain menunggu. Jam 7 lewat 5 aku sudah berada dalam mobil + supir yang datang bersamaan dengan bangunnya tersangka ini yang sudah divonis "TELAT".

Jam setengah 8 pagi, di pinggiran pintu tol Jakarta-Merak. Aku menaiki taksi untuk melanjutkan perjalananku. Sebuah taksi putih yang memiliki brand yang berarti cepat dengan tarif lamanya langsung bergerak cepat saat aku masuk dan berkata "ACC Kwitang Pak, agak cepat ya!"

Perjalanan berlangsung lancar, jalan tol terlihat lenggang, tidak ada antrian dan kemacetan yang terlihat sejauh 5 menit ku di dalam taksi yang terus menerus memperhatikan argo. Terkadang saat argo baru saja naik ku sempatkan melirik ke kiri dan kanan untuk memperhatikan pemandangan maksa di sepanjang jalan tol yang sudah jarang kulewati semenjak lulus dari perkuliahanku.

Tak lama dimulailah terror hari pertama anak sekolah, pintu keluar tol di Tomang macet, padahal waktu sudah menunjukkan batasan jam masuk kantor yang baik, tidak terlambat. Apa daya untuk menghilangkan stress kubaca saja buku yang sengaja kubawa untuk menemani perjalanan. Sebuah novel bersambung yang menceritakan kisah seorang kesatria di jaman feodal jepang. Anehnya novel ini ditulis seorang non-Jepang.

Sampai juga akhirnya di tempat transit pertama. Hari ini team kami akan berangkat ke Tasikmalaya, yang bagi beberapa orang yang belum pernah mendengar terasa sangat aneh. perjalanan 5 jam sudah dialokasikan untuk menuju ke sana. Dan hei, jalannya membosankan dan berliku-liku. Sesampainya di tujuan, diriku terlalu bersemangat sampai-sampai buku yang diselipkan dibelakang jok lupa diambil lagi. Kembalilah dia ke Jakarta tanpa pemiliknya.

Kota Tasikmalaya mengingatkanku akan kota-kota kecil di Jawa Tengah. Seperti pekalongan, tegal dan sebagian Jogjakarta. Jalanan masih renggang, udara tak begitu dekil dan becak-becak masih bersliweran dengan bebas untuk mengangkut siapapun yang hendak turut.

Penduduk Tasikmalaya sepertinya sangat menyukai buah mangga. Buah yang kadang sulit dicari jusnya di Jakarta, disini tampaknya berlebihan. Setiap orang pasti menawarkannya ke orang lain, terutama turis-turis yang baru saja datang ke kota ini. "Mangga Pak.."

Hari ini acara mengauditku akan dimulai. Pertama-tama kami bertemu dengan yang megang cabang di sana. Setelah perkenalan dan salam selesai, kami pergi mengunjungi sebuah pool yang tidak terlalu jauh dari kantor.

Pool ini tidak beda dengan pool-pool lain. Sebuah area berkerangkeng beton dengan 1 pintu masuk berukuran sedang. Dijaga oleh seorang satpam setiap shiftnya, pool ini tetap terlihat menyeramkan di saat hari gelap. Rumput memenuhi tanah lapang dibalik beton yang memagari sekitar 100m2 area itu. 4 mobil berjeger di pojok kiri bangunan itu. Sebuah pondok kecil yang berfungsi sebagai pos jaga menghiasi sisi pintu masuk dan keluar yang berada di pojok kanan pool.

3 mobil yang baru saja masuk masih sangat mulus. Walaupun alasan mereka masuk tentu berlainan, perlakuannya tetap sama yaitu tak dirawat :p. Satu mobil panther tampaknya menjadi senior dari setiap mobil yang masuk pool itu. Katanya sudah 2 tahun mobil itu berada di sana. Dengan keadaan sedikit mengenaskan mobil itu terjebak dalam lilitan rumput liar yang mengikatnya selama waktu-waktunya terdiam di tempat itu.

Angin dingin mulai bertiup. Tasikmalaya di sore hari cukup berbeda dengan udara Jakarta yang panas dan gerah. Keringat yang melekat di baju menambah dinginnya udara disekitarku.

Hari sudah malam hingga aku akhirnya dapat merenggangkan badan dan berguling-guling di kasur hotel. Hotel yang baru saja dibuka dan terletak diatas mall yang belum lama juga dibuka ini masih terkesan sangat bersih. Selimut yang tampak baru dan kamar yang masih mulus tentu membuat puas orang-orang yang menginap di sana dengan harga promo. Sayangnya rasa perih di jidat yang ditimbulkan karena makan udang sebelum ke hotel membuat sedikit penderitaan dinyamannya beristirahat.

Esok harinya kami sudah dikantor lagi. Karena kartu Halo sebagai media flash masih belom kunjung aktif, ku hubungi CAROLINE yang kukenal lewat buku panduan. Mba "something" yang kulupa namanya mendengarkan ocehanku selama hampir 30 menit. Tak lama ponsel di tutup, konfirmasi aktif langsung datang. Memang harus begitu cara aktivasi kartu Halo yang sangat ribet mulai dari applynya.

Ok sekarang internet sudah kembali mengiringi hidupku, menemani hari-hari ku, mengisi terus stock pengetahuanku, menambah terus dosa-dosaku dan membuka akses untuk bercerita di blog yang telah bertahan beberapa tahun ini.

So mulai sekarang, mudah-mudahan blog ini dapat kembali menebar kasih dan cinta kepada setiap orang yang membacanya :p. Tidak lupa dibumbui sedikit dendam dan picik agar semua isinya seimbang.

nb : post ini tidak banyak berhubungan dengan judulnya, biar keliatan bagus aja. Ditulis dengan gaya novel transletan, diidentifikasi penggunaan kata ganti aku yang sudah jarang ditemui dan digantikan dengan "gw" di novel-novel lokal.
As always, cuma bermaksud menghibur, mohon maaf bila ada salah kata.. ^^

Saturday, June 21, 2008

Man With Many Holes™

Sebut saja Lex (nama samaran). Seorang pemuda yang masih muda dan bukan kakek yang sudah kakek-kakek. Saat ini dia sedang bekerja di suatu perusahaan swasta terkemuka di negerinya. Sebut saja PT. Bintang TBK. PT ini bergerak di berbagai bidang dalam masyarakat, salah duanya adalah leasing dan manufacturing.


Semenjak lulus kuliah, dia langsung melamar kerja dan diterima. Oleh karena itu sekarang dia masih menjalani program MT yang ada di PT Bintang TBK tepatnya di departemen leasing business.

Tampaknya hidupnya berubah. Banyak sekali hal-hal yang paling tak pernah dia alami di masa lalu sebelum kerja justru terjadi di saat dia mulai kerja. Sampe-sampe terbesit pikiran "Wah jangan-jangan nunggu kerja di bintang dlo ini mah" tapi bating amit2 semua orang tentu gak mau celaka. Dan memang perubahan yang dialami si Lex ini beragam. Mulai yang bagus sampai yang jelek.

Kita mulai saja dari yang bagus. Pertama dia tentu sudah punya penghasilan resmi sendiri yang lumayan. Walau kalau nurutin napsu gak pernah cukup, tapi dia dah mensyukurinya. Mungkin dalam waktu dekat waktunya mengurus NPWP (ama negara mesti adil). Tapi emang dari perusahaan pajak langsung diambil dari gaji. Kemudian dari gajinya dia mulai bisa mengalami sesuatu yang gak pernah dialamin. Beli hp sebulan 2, beli hp diatas 3jt ya macem2 aja emang ne orang aji mumpung termasuk beli sepatu merek anak anjing diusir (kan bunyinya hush hush..) yang dari dlo ngeliat harganya aja pemikiran pelitnya dah menang dluan.

Well gak ada bagusnya nyombong. Segala kenikmatan bisa ilang sekejap dengan yang namanya celaka. Walau dari lahir gak pernah ngalamin yang namanya patah tulang, baru kerja 3 ari aja langsung dicobain --" Ya diganti kantor sih tapi tulang mana ada yang ganti?
Belom lagi gangguan pandangan baik dari mata maupun kepala yang sering muter-muter dan akhirnya dinamai vertigo. Sudah 1 kali jatuh gara2 vertigo, baru deh anak itu ke dokter buat pereksa. Untung kaga parah.

Dan yang paling hot neh, katanya dia sekarang jadi "Man With Many Holes™" dan jelas bukan a***hole. Hoby barunya menggunakan jarum untuk ditusukkan ke tubuh emang agak2 gak bener. Mending kalo cuma piercing, ini nyedot darahnya coy, trus masuk-masukin cairan segala lagi. Katanya sih biar tetep seger tu lubang di tubuh tiap ari nambah, tapi apa waras?

Ternyata ada penyebabnya, emang dia lagi ngobat. Tapi ngobat gara2 DBD. Apes kan? Seumur idup gak pernah ke rawat apalagi di infus, akhirnya ngalamin juga. Pas dah kerja ini dia kayanya jadi ngerasain semua. Mudah-mudahan yang jelek-jelek cukup sampe sini aja. Jangan lagi de maen buang-buang trombosit yang menyebabkan badan mesti diem ama minum cairan mulai dari merah ampe merah muda tiap arinya. Mana typhus juga nebeng. Jadilah dia masih mesti makan nasi tim sesuai anjuran dokter. Tapi dasar anak bandel, kentang goreng ama mie diembat juga --"

Ya doain aja die cepet sembuh total. Bisa majuin tu negara ama PT Bintang TBK yang dah biayain. Gak lupa sukses juga buat semua yang baca. Ok, adios..cao!!

nb :
Cerita cuma bermaksud menghibur, mohon dimaapin kalo ada kata2 yang nyinggung.

Sunday, April 27, 2008

Love Story Season V

Five Years has passed
Our love grown in smiles and tears
On a journey to fifty
and even more years or century
Thank you mine ^^

Saturday, April 26, 2008

Outstanding Learner

Post telat sehari ini ditujukan menjawab sekaligus meralat post terakhir yang sudah cukup lama. Tertinggal dari peradaban, sekumpulan orang dari berbagai penjuru perusahaan yang namanya berarti "Bintang" berkumpul bersama dalam acara ABMP. Daerah sunter yang macet di pagi dan sore hari menjadi teman setia selama 5 hari dilaksanakannya ABMP 189 dari AMDI.


Perjalanan panjang mulai dari minggu malam yang basah, hingga jumat malam yang lepek. Seminggu ini berada dalam suasana training yang ketat namun menyenangkan membuat blog ini tertinggal jauh dari rutinitasnya.

Seminggu penuh kopi, teh dan gula ini dilewati dengan cukup melelahkan. Mulai dari kurangnya tidur akibat tugas, telat makan, rutinitas print tengah malam, sampai kejadian hampir telat yang dapat menyeret para tersangkanya untuk membuat Surat Pernyataan akan keterlambatan.

Seminggu yang dinilai ini adalah salah satu acara berkumpulnya karyawan dari sebagian anak perusahaan yang bergolongan 4a atau 4b dan baru saja bekerja kurang dari 1 tahun. Ya ada sih yang 1 tahun 3 hari. Training di gedung "Bintang" International itu diikuti 29 orang yang telah dikirim masing-masing base perusahaannya.

Training penuh kantuk ini memang special, buat yang biasanya cuma ketemu dengan orang-orang satu perusahaan dengan pengetahuan yang searah, kini jadi beragam. Ada yang lebih ahli di manufakturing, Sales Operation, penambangan, juga ada yang sok tahu tentang kredit mengkredit ^^.

Preactivity yang banyak bagi para karyawan yang telah bekerja lebih dari 2 bulan tentu bukan hal yang mudah. Dan karyawan yang baru kerja 3 minggu ini kebetulan mengalami patah tulang, sehingga pertemuan sebelum training untuk membuat tugas kelompok terpaksa ditiadakan. Pembagian tugas berdasarkan asas kepercayaan dilakukan serempak. Alhasil di hari pertama, slide dibuat selama sepuluh menit saat menunggu kelompok lain presentasi. Nyaris memang, untung saja si pembuat secara live yang menggunakan Laptop Acer yang dibawanya adalah "Man of Last Minutes". Ketenarannya sudah terdengar semenjak Mataram Online dibuat. :P

Presentasi pertama berlangsung secara overtime, kebablasan waktu akibat kelamaan di awal-awal. Tapi not bad lah buat tugas kelompok yang baru aja dibuat 5 menit sebelum presentasi dan kelompok yang baru saja kenal 20 menit sebelumnya. Bener-bener sekumpulan orang nekat yang beruntung.

Hari demi hari dilalui dengan kantuk, kopi dan permen. Pertanyaan dan pendapat di ajukan beberapa kali agar mendapat nilai keaktifan. Apa daya nilai akhir keaktifan cuma pas-pas an. Padahal dah semangat kalo nyanyiin lagu Mars "Bintang".

Beberapa hari diperantauan, akhirnya hari terakhir tiba juga. Detik-detik menuju pengumuman hasil memang dinanti banyak pesertanya. Ya sebagian sih cuek bebek. Diumumin ato kaga gak ngaruh..

Seorang pemuda yang termuda di kelas itu, dengan balutan di bahunya yang melindungi bahunya dari benturan serta gerakan berlebih duduk dengan santai. Dengan kepasrahan yang tidak menuntut dia mencoba mendengarkan dengan tenang. Kenyataan kalau teamnya bukan team terbaik tentu dengan lapang dada diterimanya.

Benar perkataan seorang senior, bahwa yang dipakai di sana adalah otak dan mulut. Ya mulut dihargai nilai pas-pas an sih. Untung saja masih ada otak yang menghasilkan pembalasan di bidang yang lain. Well, target Best Achiever yang dijabarkan pada post sebelumnya ternyata tidak ada dalam ABMP kali ini. Namun penghargaan sebagai Outstanding Learner berhasil disabet dalam kepasrahan yang mencoba menutupi keinginan menang yang besar.


Ya mungkin lady of luck masih setia selingkuh dengannya. Sehingga sebuah plakat kristal yang memancarkan segudang kebanggaan saat ini berada di lemari kamarnya. Dengan pahatan "Outstanding Learner" yang kali aja baru pertama menggantikan "Best Achiever" pada tahun-tahun sebelumnya ini, pemuda termuda yang bahunya dibalut itu berhasil memenuhi targetnya untuk membalas budi pada perusahaannya, juga pada orang tuanya yang telah mengantar dia.

Akhir cerita, Sang Plakat berada di tempat yang aman dan ucapan syukur akan selalu dikumandangkan. Tanpa kehendak-Nya segalanya tentu lain. Keadaan tangannya saat ini semakin membaik. Walau masih kaku untuk digerakkan berlebihan, halangan yang ditimbulkan semakin berkurang. Mudah-mudahan segera normal dan luwes seperti kondisi aslinya.

"You do a good thing, and the good thing will come to you"
(Earl J. Hickey, My Name Is Earl)

Monday, April 14, 2008

Best Achiever

Hari-hari yang cukup melelahkan berlalu terus menerus. Beban kerja yang ditambah menggendong sebelah tangan dengan gedongan hijau membuat aktifitas sedikit terganggu. Walau sudah tidur cukup sekitar 6 jam, rasanya lelah dengan mudah datang menjemput. Ditambah penglihatan yang semakin bergetar-getar, membuat sulit mengemudi di malam hari.


Seperti dalam entry di blog sebelah, kendaraan yang sudah menemani selama hampir 5 tahun ini juga mengalamin ancaman di phk(putus hubungan kepemilikan). Menurut nyokap, sudah 3 kali jatuh tandanya udah gak bagus lagi buat dikendarai terus, mesti ganti pemilik. Alhasil diiming-iming motor baru sih, ntah bener ntah kaga. Yang jelas harus siap-siap back to public transportation.

Saat ini kharisma 125 cc yang berjasa itu masih dirawat inap di sebuah bengkel langganan. Tanpa tunjangan perusahaan, rencananya akan ditune up ampe kaya baru biar siap jual. So siap-siap de liat penampilan kece pas pulang nanti. Operasi plastik yang masih belom ketahuan biayanya itu diserahkan penuh ke pihak bengkel terpercaya.

Efek lanjutan dari pengobatan patah tulang setelah kecelakaan waktu itu adalah pemeriksaan mata. Diduga gangguan penglihatan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya hal yang tidak diinginkan itu. Maka karena hasil terakhir dokter mata yang biasa tidak dirasa valid lagi, kembalilah ke dokter ternama yang dahulu dipercaya sebelum harganya menggila. Dan dengan pemeriksaan yang lengkap, jauh lebih banyak dari dokter biasa, dinyatakan kacamata silinder saat ini sudah tidak cocok lagi dan beralih ke minus.

Biaya 2 kali lipat dari dokter mata biasa yang cukup untuk naik taksi dari Tangerang ke Bekasi sempet membuat kaget. Mudah-mudahan aja beneran diganti perusahaan. hehe.. Sebagai karyawan baru yang masih training, biaya untuk pengobatan dan periksa mata oleh satu karyawan ini bisa dibilang parah. Kerja satu minggu saja tunjangan kesehatan yang digunakan sudah bisa beli HP 3G. Ya tapi sapa juga yang mau kan?

Ya mudah-mudahan proses rembers lancar dan segala penyakit penghalang bisa sembuh cepat, jadi semua yang dikeluarkan benar-benar mendukung proses produktivitas. Target "Best Achiever" pada AMDI di sunter Senin depan dijadikan suatu target untuk balas budi pada perusahaan. Ya doain aja semua lancar buat saya, anda dan semua..^^

original image at go-optik.com

Monday, April 07, 2008

Bra Without Cups™

Hari-hari pertemanan dengan sahabat bernama proxy akhirnya bisa dihindari lagi. Setelah lancarnya jalur blogspot - fastnet yang sempat ditutup beberapa hari terakhir ini. Dalam rangka berduka atas jatuhnya seorang blogger :P Ngarep bener ^^

Hari-hari tanpa kebloggeran diisi dengan rehabilitasi tulang selangka baik di rumah maupun di studio. Proses di rumah terasa membosankan. Sedikit ngilu ditambah pegel karena gak bisa tidur normal, bahkan kaga enak sama sekali membuat sedikit frustasi. Minggu sore, perjalanan menuju studio memakan waktu 2 jam. Sesampainya di studio, para kru sudah standby di tempat praktek.

Penggantian perban yang harusnya rabu ini dipercepat karena perban terasa kendor. Ketika perban dibuka, tiba-tiba tulang yang sedang jadi sorotan ditepok-tepok seperti orang gemes. Shock dan sedikit ngilu, membuat sang korban tak mampu berbuat apa-apa. Beberapa penonton juga ikut berteriak atau memalingkan muka.

Belum selesai shock yang dialami, tiba-tiba datang seorang yang lebih tua dan menepok-tepok lagi dengan lebih keras. Suasana semakin menegangkan. Hingga kata-kata "Dah gak apa-apa itu mah, tuh dah bener cuma belom kuat aja." Sehingga semua sedikit tenang. Ternyata guru besar yang paling tua yang datang :P

Selesai dibasahi arak lagi, perban baru dibalutkan di pundak. Dan jadilah Bra Without Cups™ terpasang erat. Menahan pergerakan tidak perlu dari si tulang. Rencana akan melindungi hingga minggu depan.

Today, kebosanan diam di rumah dan sedikit asumsi sehat-an membuat test ABT dilalui walau tidak sukses-sukses amat. Pertemuan dengan seorang senior dari Surabaya dan brifing OJT besok merupakan pelengkap ngilunya sesekali tulang bahu. Pk. 20.30 WIB, Inet kembali dijenguk dan dinikmati bersama Bra Without Cups™.

nb : ucapan terima kasih sekali lagi kepada tangan kanan yang mengambil porsi tangan kiri seutuhnya dalam penulisan cerita kali ini. and happy birthday mine ^^

Friday, April 04, 2008

Broke My Bone

Perjalanan di pagi yang cerah, matahari sedang warming up untuk bersiap2 memancarkan sinarnya kuat-kuat ke seluruh pelosok negeri. Perjalanan menuju tempat kerja selama 2 jam kurang memang melelahkan, tapi terbayar dengan senangnya sampai dgn selamat dan tepat waktu.

Training hari ke 3 dari 8 bulan rentetan training dan test yang mengantri untuk dijalani 1 demi 1. Today, we learn about 4 point. Remedial (collection tingkat ekstrem), Risk Management, Compliance, dan EBEK. Jangan bertanya bila tak tahu apa saja point2 itu karena wajar bila belum bekerja belum tahu. Yang mau kerja aja awalnya cengo.

Training hari itu lebih mewah dari biasanya. Makan siang kumplit, snack makin okeh, dan 2 gelas jus sebagai bonus membuat angka 5 terisi pd quisioner hari itu. Molor satu setengah jam dari biasanya, membuat janji dengan sekelompok senior yang hendak berangkat jam 7 menuju Rumah Duka St. Carrolus tak terkejar.

Maka kloter baru yang justru membuat menunggu hingga jam 8 lewat diberangkatkan. Hingga pkl 10 di rumah duka membuat rasa kantuk mulai bermunculan. Lelah rasanya hingga hampir ketiduran di mobil.

Kembali ke tempat motor dititipkan. Demi mengirit waktu, perjalanan menuju rumah tidak ditunda-tunda lagi. Dengan rasa kantuk dan lelah yang ditahan, motor melaju seperti biasa di jalan raya yang menyepi.

Sepuluh menit, lima belas menit, dua puluh menit perjalanan pulang berlangsung seperti biasa. Melintasi Jl. Daan Mogot yang sudah tidak sepadat sore harinya. Tak diduga, seperti yang sempat ditayangkan pada acara bernama "Kick Andy" pada salah satu stasiun tv suasta tanah air, jalanan di ibu kota ini banyak berlubang. Dan dalam kecepatan yang sebenarnya normal saat jalan lancar ditambah keawasan yg kurang membuat motor bergetar keras dan terjatuh ke aspal saat melewati jalan berlubang. Pengemudinya tak punya tenaga untuk bangun sendiri karena shock benturan yang dialaminya.

Beruntung di jalan yang terkenal rawan kejahatan pun, masih banyak orang jujur dan begitu baik. Sekumpulan tukang ojek membantu si pengemudi yang terbaring di jalan berdiri dan meminggirkan motornya yang cuma cidera ringan. Pengemudinya, walau langsung bisa berjalan menyadari ada yang salah dengan bahu kirinya. Setelah minum dan tenang, disadarinya tulang mistar bahu kirinya patah. Setelah di jemput keluarganya, rontgen di ruang UGD sebuah rumah sakit menunggu. Harta benda utuh, tak ada kehilangan sedikitpun, sungguh berkat Tuhan itu nyata.

Hasil rontgen mengesahkan asumsi patah yang dirasa sejak awal, dan pengobatan tanpa operasi dujalankan malam itu juga. Semoga prosesnya berlangsung lancar dan cepat, sehingga semua aktifitas tidak terhalang lagi.

Jam tangan yang berumur jagung ini merupakan salah satu korban kecelakaan yang terlepas dari pemiliknya dan mengalami retak kaca. Walau fungsi dan mesin masih bekerja baik, pandangan layar terhalang retakan kaca yang melintang lebar. Penyok bodi dan baretan terlihat jelas di beberapa sisi. Setidaknya putusnya tali jam tangan tak semengerikan patahnya tulang menjadi 2 kan?

Pelajaran dari cerita ini, hindari berkemudi dalam kuasa kantuk mulai saat ini. Sekalipun anda sudah sering sukses memenangkan nasib hingga saat ini. Dan di dunia yang semakin membusuk ini, selalu ada pertolongan selama anda mau percaya.

nb : ucapan terima kasih kepada tangan kanan yang mengambil porsi tangan kiri seutuhnya dalam penulisan cerita kali ini.

Tuesday, April 01, 2008

First Time at Job


Cerita ini bukan mau menyombongkan pekerjaan seseorang. Tanpa memandang tempatnya bekerja, tanpa mengetahui salarynya, tanpa mengetahui siapa bosnya. Cerita ini hanyalah sebuah kisah tentang seseorang yang baru pertama kali bekerja. Pengalaman pertama masuk kantor sebagai karyawan, walau hanya karyawan trainee.

Setengah lima pagi, disaat pak hansip saja belum pulang ke tempat istrinya menunggu dengan terlelap. Seorang pemuda berusia 20-an terbangun dari tidurnya yang cukup lelap akibat menelan sebuah pil sakit kepala yang berjargon "sudah lupa tuh" sebanyak satu butir sebelum tidur. Kepalanya memang sedikit pusing semalam. Untung dia sudah menengguk jamu orang pintar pake telor di sebelah sebuah universitas swasta di daerah kemanggisan Jakarta Barat.

Sekitar sejam kemudian, tepatnya pukul setengah enam pagi, sebuah motor bebek ber cc 125 berinisial "K" distarter oleh pemiliknya. Dengan dandanan lengkap ala biker jarak jauh, ditariknya gas motor dengan semangat. Hari ini hari pertama dia bekerja di tempat yang cukup jauh itu. Tanjung Barat, Jakarta Selatan, 2 jam lebih dari Tangerang yang ditempuh dengan perjalanan darat beroda dua dengan alokasi kemacetan standart. Khusus hari ini, dia sampai lebih cepat satu jam karena masih pagi buta.

Karena terlalu cepat, diputuskannya mengunjungi sebuah pom bensin yang cukup besar di dekat daerah Ragunan, di sana dia menarik sejumlah uang dan bertanya jalan yang akan didatanginya untuk mencari tempat tinggal sementara. Jam setengah 8 pagi, sampailah ia di sebuah ruang tertutup bernama ruangan Training di lantai 5 dari sebuah gedung dengan gambar "Si Unyil" yang terpampang memenuhi lebih dari setengah bagian depan gedung.

Maka dimulailah serangkaian proses training bak karyawan baru yang masih ijo. Mulai dari pengenalan personel sesama trainee, pengenalan induk perusahaan, pengenalan perusahaan, pengenalan proses bisnis, legal dan masih banyak yang tersisa untuk hari esok hingga test pertama 4 hari lagi. Sebagian sesi membuat dia terharu hingga meneteskan air mata kantuk berkali-kali dan memaksa dia untuk mengeluarkan tenaga lebih dalam berkonsentrasi.

Kabar spektakuler dari sang mentor, bahwa 6 orang MT itu akan mendapatkan OJT (On Job Training) sehari setelah test berlangsung. Tepatnya tanggal 8 ini. Dan penempatannya di cabang Tangerang dan Bekasi. Sedikit tersenyum merasa tempat tinggalnya dekat dengan salah satu cabang yang disebut.

Senyumnya menghilang setelah tahu dia ditempatkan di tempat yang berjarak 3 jam dari lokasi tempat tinggalnya. Padahal di depan matanya, grup yang lain mendapat tempat yang berjarak setengah jam dari tempat tinggalnya. Sungguh kejam, terancam sudah uang transport nombok dan badan makin rontok --"

Setelah 10 jam di kantor akhirnya mereka bisa pulang. Sebelum pulang disempatkannya oleh para trainee di sana untuk mencetak surat kontrak dan mencoba kartu absen yang baru didapat. Norak sekali mereka, menggesek sambil senyum-senyum diiringi tepuk tangan dari yang lain. Bener-bener seperti anak pedalaman baru liat teknologi :P

Dalam perjalanan pulang, harapan akan bersedianya salah satu trainee yang di Tangerang bertukar dengannya masih amat besar. Serahkan saja nasib pada Tuhan, dia pasti tau yang terbaik. Dimana pun tempatnya "Just Survive!"

source for picture : www.german-business-etiquette.com

Thursday, March 27, 2008

SKOM

Sudah lebih dari sebulan semenjak aktor utama dalam cerita ini lulus dari sidang tugas akhir kuliahnya. Sudah beberapa minggu pula semenjak TOEFL yang dijalaninya untuk syarat berkas dari pengumpulan sampul keras Mataram Online. Sebuah buku biru muda dan sekotak cd bersampul gelap bergambar candi dengan langit kemerahan menemani setumpuk surat-surat berkas pengumpulan hardcover yang akan diberikan ke Layanan Mahasiswa.

Akhirnya datang juga hari selesainya semua urusan perkuliahan yang mengikat dirinya dari "ekor" dibelakang namanya yang akan segera diperolehnya setelah dinyatakan layak wisuda pada tanggal 4 April nanti. Kemasan CD yang berbeda dari yang lain memang disiapkan untuk mengawali langkahnya untuk mengikuti lomba yang sedang berada dalam ketidak pastian ini. Selain itu memang untuk menambah rasa bangga para manusia sombong yang menyusunnya.

Memang membingungkan, kesempatan lomba atau pekerjaan atau akuisisi oleh salah satu lembaga kampus yang sudah mulai mengontak untuk mengadopsi skripsinya agar lebih maju. Diterimanya dia sebagai trainee pada anak perusahaan Investor yang terkenal di Indonesia memang sesuatu yang patut disyukuri namun membuat dirinya bingung untuk terus mengambil kesempatan lomba yang ditawarkan atau tidak.

Proses panjang yang dimulai tanggal 29 Februari lalu memang membuahkan hasil yang menggembirakan. Kalau seorang senior pernah menyatakan bahwa "Lady of luck still in love with me" maka aktor dalam cerita ini berhasil selingkuh dengan sang Lady of Luck dan mendapatkan cepretan keberuntungan dalam langkahnya.

Mendaftar kerja di perusahaan pembiayaan mobil yang merupakan salah satu dari anak perusahaan Astra Internasional dan hanya berharap pada satu tempat memang cukup ekstrem. Walau induk perusahaannya akhirnya memberikan undangan psikotest saat dia sudah diterima di anak perusahaan. Proses panjang namun mulus dalam mencari kerja mungkin hanya faktor keberuntungan semata.

1 hari mengirim CV, 1 kali psikotest, 1 kali Interview dengan beberapa orang di perusahaan yang sama dan 1 kali medcheck dalam mendapatkan pekerjaan memang jarang terjadi. Yah sebut saja dia beruntung. Pria beruntung peliharaan dewi keberuntungan :P

Psikotes dilaluinya dengan normal, mengerjakan hitungan, kosakata, gambar sampai rally menghitung angka-angka di kertas super lebar. Wawancara pertama berlangsung dengan agak-agak grogi dan wawancara berikutnya yang berlangsung satu hari penuh saat batas waktu yang diberikan pada wawancara pertama sudah lewat 7 hari.

Seorang calon Sarjana Komputer (S.Kom) yang menolak pekerjaan sebagai DBA (Data Base Administrator) ini akhirnya masih belum mendapatkan kejelasan bidang yang dia akan geluti. Walau interview dengan user marketing berlangsung sebelum dengan user IT, dia sempet ragu juga saat ditawari pekerjaan sebagai DBA yang seharusnya dicari oleh sebagian besar anak IT apalagi peminatan database seperti dia. Apa daya hati kecil berkata lain, bukan karena jam kerja yang 24 x 7, namun lebih kearah passion kerja yang tidak ingin berada terus di tempat yang sama. Katanya "I need travelling and see a new thing". ^^

Proses medchek berlangsung lancar, dengan sedikit adegan hampir pingsan karena darahnya yang diambil lebih banyak 1 tabung dari pada kedua temannya yang medcheck bersama, juga karena request dokter yang menyuruhnya menaikkan celana panjang ke dengkul lalu setelah itu menurunkannya sedengkul. Tindakan pura2 bego yang hanya menurunkan sedikit di komentari sang dokter dengan sabar "Turunin lagi donk, kalau segitu mana kelihatan!" ahaha.. menurut ceritanya, saat itu dia mati rasa... ahahahaha...

Setelah habis-habisan dilihat semua privasi depan belakang tanpa tersisa oleh sang dokter, beruntung hasilnya positif dan jalan menuju pekerjaan yang dia tuju terbuka lebar-lebar. Beberapa hari lagi, aktor utama cerita ini akan mengikuti program Management Trainee di suatu perusahaan pembiayaan mobil yang telah berumur 25 tahun selama 8 bulan kedepan. Semoga 8 bulan lagi dibelakang namanya akan berbaris S.Kom, SKOM (Sarjana Kredit Otomotif Mobil) ^^

Please wish him luck ^^

Saturday, March 15, 2008

Time for a Good Night Sleep


Malam semakin larut, sebagian makhluk hidup di bumi sudah lelap dalam tidurnya. Ya, sebagian memang masih berkutat dengan pengapnya kehidupan yang sepertinya semakin berat namun semakin menyenangkan ini. Kehidupan memang tidak mudah, namun tiada hal lebih menyenangkan dari hidup. Setuju?

Terbangun dari tidurnya yang baru sekitar 2 jam dari tengah malam, seorang pemuda tak dapat memejamkan matanya. Mungkin ini efek dari seharian tidur di daytimenya karena radang pada tenggorokan yang membuat dia roboh untuk ke-2 kalinya dalam kurun waktu satu minggu terakhir ini.

Semenjak skripsinya disusun hingga selesai, terjadi perubahan besar dalam gaya hidupnya. Malam merupakan waktu dia membuka mata, dan siang seluruh tenaga dan konsentrasi takkan bisa tampil maksimal. Kebiasaan bergadang hingga matahari muncul dan menyapa dunia membuat dia sulit sekali untuk dapat tidur layaknya orang - orang yang lain. Seperti adik (brother not the other :P)-nya yang terbangun saat dia ingin tidur dan bersiap sekolah, seperti pedagang-pedangang di pasar yang bersiap2 untuk berbisnis saat dia mencari sarapan sebelum tidur.

Ingin sekali rasanya merubah kembali kebiasaan yang salah. Ditambah tuntutan dirinya yang sebentar lagi harus segera terbebas dari ketidak jelasan dalam kekosongan kegiatan pasca lulus kuliah. Nanti siang, dia akan mencoba untuk mengikuti briefing INAICTA, sebuah perlombaan award dimana skripsinya akan dipertandingkan dengan hasil karya yang lain. Sebuah kewajiban dari sang dosen pembimbing yang memang menyetujui bimbingan dengan target menang award. Saatnya bekerja keras dan tak mengecewakan orang lain bukan? ^^

Kedua tadi sore sekitar jam bubar kantor di hari terakhir ngantor ini, Jam 5 sore hari jumat didapatkannya sebuah telefon dari seorang wanita yang mengundangnya kembali sekali lagi ke gedung HO dari sebuah perusahaan kredit ternama di Indonesia. Gedung yang berada di Jalan TB. Simatupang itu dapat ditempuh dari rumahnya selama kurang lebih 2 jam menggunakan motor. Dan bila dia mau datang tepat waktu, maka senin ini dia harus bangun lebih awal.

Menanggapi dua hal tersebut, kebiasaan tidur yang jelek harus segera diubah. Tanpa perubahan, pasti semuanya bisa berantakan. Selama ini tidurnya tak pernah berbobot walau berlangsung cukup lama. Menurut sebagian sumber, tidur di siang hari tak kan pernah sama dengan jam tidur optimal di malam hari. Saatnya berubah, saatnya mendisiplinkan diri dengan kebiasaan yang sehat. Hidup selalu berubah kenapa kita tidak ikut berubah?

Thursday, March 06, 2008

Job

Tampaknya saat ini lagi musim yang namanya musim malas menulis. Terbukti dari beberapa blog yang ter-link di sini juga blog ini mandek beberapa lama sejak entry terakhirnya.

Buat si penulis tetap di blog ini, kekosongan dalam menulis bukan karena miskinnya ide atau bahan yang bisa dituangkan ke tulisan di sini. Kekosongan kali ini cenderung ke arah niat dan motivasi. Keadaan yang tidak jelas ini membuat dia kehilangan napsu untuk segala hal.

Berawal dari selesainya sidang yang bisa dibilang cukup beruntung. Baru saja luapan kesenangan muncrat dari lubang hidung, mulut, pori-pori dan seluruh lubang di tubuhnya, dia harus dihadapkan dengan rentetan ritual orang yang ingin cari kerja.

Bayangkan ! Baru 4 hari setelah sidang dimana revisi saja belum kelar dibuat, dia sudah harus membuat surat cinta untuk mbak-mbak HRD, membuat poster iklan untuk dirinya, memamerkan nilainya yang ucup juga pergi ke beberapa tempat yang tidak cukup dekat untuk mengerjakan serangkaian test dan negosiasi.

Dan hasilnya? gantung ^^ Dilema yang dirasa seorang sarjana muda dengan banyak keinginan. Di satu hal dia merasa masih banyak sekali yang mau dia kerjakan selain kerja. Seperti menyelesaikan program skripsinya, bersenang-senang, membuat sesuatu yang dia inginkan sejak lama, belajar ini itu, sampai ingin memanjakan diri dan seseorang yang sudah banyak dikorbankan selama ini. Tapi kesempatan cari pekerjaan kan tidak bisa dipilih. Dan di dalam masyarakat, orang tanpa pekerjaan setelah memiliki gelar walau belum resmi sekalipun akan di cibir dan dianggap tidak normal.

Di lain sisi yang namanya pekerjaan mutlak dibutuhkan untuk mencari nafkah. Kebutuhan keluarga yang juga menjadi tanggung jawab dirinya membuat dia harus segera bekerja. Adiknya yang ingin kuliah kedokteran tahun ini dan yang ingin masuk SMP membuat orang tuanya cukup banyak menghitung-hitung dana yang tersisa.

Mencari pekerjaan memang bukan hal yang mudah. Bukan karena pekerjaan yang kurang, pekerjaan itu banyak hanya saja yang cocok dan bonafit memang sulit di dapatkan. Membutuhkan segudang perjuangan dan keberuntungan bagi orang-orang dengan prestasi akademik nanggung seperti dia.

Buat teman-teman yang juga sedang kesulitan cari kerja, mungkin saatnya kita lebih serius. Tidak berpasrah, tidak berleha-leha. Persaingan dimulai saat ini. Masa-masa sebagai mahasiswa sudah lewat. Saatnya menjadi tenaga profesional. Tentunya di bidang masing-masing. Mari berdoa semua bisa mendapat kerjaan yang tepat ^^

nb : sebenernya skin baru udah ada, tapi masih belum selesai total ^^

Saturday, February 23, 2008

Akhir dan Awal

Pagi setiap orang diawali dengan kejadian yang berbeda-beda. Begitu pula dengan pagi milik seorang pemuda yang belum terlalu lama terlepas dari masa remajanya. Paginya hari itu dihiasi dengan suara aneh yang dihasilkan peraduan 2 buah botol air mineral ukuran 1 liter bermerek Aqua. Suara kurang ajar yang mengganggu tidurnya yang sedang berusaha dinikmatinya buyar.

Terbangunlah ia dengan mata perih dan pedas atas ulah si suara odong yang dihasilkan tenaga berlebih teman skripsinya yang sepertinya makin tidak siap menghadapi kenyataan beberapa jam lagi akan berbahagia. What a strange man --"

Tak dapat memejamkan mata lagi karena setiap matanya tertutup temannya itu kembali melakukan ritual pukul botol yang sama. Yang dia bisa lakukan untuk menuangkan kekesalannya hanyalah mengambil bantal gulingnya dan menyiksa temannya yang anti sapi itu sambil memaki dengan penuh kekhawatiran.

Ya, gmn pun juga dia pasti kuatir. Hasil perjuangan dan pengeluaran berlebihan selama kurang lebih 8 bulan terakhir, akan diberikan bobotnya siang itu. Berkedok Soft Opening sebuah game strategi online berbasis web yang masih menjalani masa closed beta itu, mereka ber-3 tampaknya masih kurang berhasil menutupi kekhawatiran berlebih. Hal ini dibuktikan dengan si Lepe' yang sempat berkata "Udah lah, gw gini aja gak usah mandi".

Bersenjatakan sebuah video asoy bersuara geboy, 3 orang ini maju ke medan laga. Sebuah cerita dari masa lalu dituangkan dalam sebuah video berdurasi 2 menitan dan ditutup oleh tag line "Kemakmuran, Kesetiaan, Pengkhianatan" berhasil menghasilkan 2 kalimat yang sangat diharapkannya sejak ide membuat video dicetuskan.

"Skripsi kamu bagus" dan "Edan, bikinnya berapa lama? pasti gak tidur ini." adalah titik balik yang berhasil membalikkan ketakutan menjadi katalisator terbesar. Seperti moral +1 dalam game Heroes of Might n Magic, dirinya dibanjiri kebanggan dan keyakinan bahwa this game was successfully won by them.

Namun di dunia yang fana ini, sesuatu yang sempurna itu memang barang mahal yang mendapatkan nilainya dari jarangnya orang yang mendapatkannya. Bahkan dengan keberhasilan yang sudah di depan mata, tak semua pemainnya bisa bersenang-senang dengan lepas. Sedikit sandungan membuat temannya harus puas kehilangan 6 point pada semester ini. Not bad, but regretfull.

Begitu juga dengan nilai kuliah semester akhirnya. Walaupun sudah merupakan keajaiban, tampaknya catatan nilai tak pernah turun harus diterimanya mentah-mentah. Kehilangan 3 point dari 7 Sks yang masing2 memiliki 4 point itu membuat dia sadar kesempurnaan itu mahal.

Dalam suatu adegan yang pernah dilihat dan didengarnya, teringat dia akan perkataan "Biasakan lah makan hanya dengan 80% kenyang". Memang bila makan terlalu kenyang kita pasti akan menjadi terlalu malas beraktivitas, bergerak apalagi berolah raga. Juga membuat lambung kita semakin membesar dan tambah rakus. Namun membuang makanan yang sudah cape2 dihidangkan di depan mata hingga tak termakan juga tidak baik, maka itu boleh donk ngarep bisa abisin semuanya? Boleh donk sesekali merasakan keberhasilan yang sempurna?

"Kadang setiap orang tidak dapat mendapatkan sesuatu yang bahkan sudah ada di depan matanya. Karena segala sesuatu di dunia ini terbatas." Ya, hidup ini memang seperti itu. Kadang kehidupan tak berjalan sesuai keindahan versi anda, tapi toh tak ada yang lebih indah dari hidup. So buat apa menuntut lebih? Syukuri yang didapat, kejar masa depan yang lebih baik.

"Orang yang bahagia adalah orang yang berhasil bertahan hingga ia mendapatkan kebahagiaannya". So buat yang belum bisa bahagia sepenuhnya, bertahanlah!! Pada saatnya pasti kalian bisa meneriakkan tawa kebahagiaan sampai menangis. ^^

Pesan moral : Jangan lupa nonton Teasernya :P Download here !!


Writer note :

Judul Akhir dan Awal menggambarkan akhir dari perjuangan panjangnya untuk mengganti status sosialnya dan menambahkan satu nama lagi dibelakang namanya. Juga sebagai awal dari tulisan dirinya pada server blogger yang telah memiliki nama 3 suku kata :p
Tulisan ini dipersembahkan untuk kedua teman skripsinya yang telah bersama-sama berjuang meraih kesempurnaan. Berbahagialah karena ketidaksempurnaan sehingga kita masih terus bisa mengejarnya. Mendapatkan sesuatu takkan pernah seindah mengejarnya.Terima kasih atas semua kerja sama dan kerja keras semuanya. Hingga keberhasilan bisa diraih. We are the best hehe..

Thursday, February 14, 2008

Wet Fifth Valentine

Hari ini hujan turun tidak tegas. Sedikit-sedikit deras, terus berhenti. Tak lama kemudian dia deras lagi --". Benar-benar tidak tegas. Mungkin dewa hujan sedang kongkow ama cupid-cupid malas yang gak mau turun ke bumi hari ini.

Ditengah hujan deras yang lebih masuk kategori musibah dibanding romantis, seorang pemuda yang pernah dikatakan manis memegang kendali dari sebuah motor ber cc 125 miliknya dengan misi kemanusiaan menjemput pujaan hatinya dan menghantarkan sesuatu sebagai tanda perayaan hari kasih sayang yang sudah lama tidak dirayakan bersama.

Tahun ini adalah valentine ke-5 baginya dengan orang yang sama. Biarpun gak pernah merayakan hari kasih sayang secara khusus, bertemu di hari kasih sayang sudah merupakan hal spesial bagi mereka.

Sedikit flashback dari tahun-tahun sebelumnya, sudah 3 tahun dia tidak merayakan valentine bersama. Tahun ini dengan adanya kesempatan, tentu dia tak akan melewatkannya begitu saja. Namun dengan keadaan lupa rasanya valentine bersama setelah lama tidak merasakan membuat dia sedikit bingung harus berbuat apa.

Valentine pertamanya masih masa highschool. Dengan keuangan terbatas dan akses terbatas, seorang pemuda yang dulu masih abg banget itu memberikan "a pink pig in a hard box" sebagai hadiah valentine. Dan tahun ini dia mendapat "a brown monkey hug a chocolate in his hard box" dengan syarat box berumur 5 tahun itu harus segera dikembalikan setelah sang isi mendapat tempat baru yang lebih layak :p

Valentine kedua, valentine pertama tanpa bertatap muka. Pemuda yang saat itu baru saja bisa web basic membuatkan sebuah website sebagai hadiah valentine keduanya :P Saat dia mencoba mengecek iseng-iseng kemarin, ternyata webnya masih ada. Dan bila waktu masih sd anda pernah mengisi biodata di diary bersama teman-teman anda lalu membacanya kembali saat anda dewasa, rasa geli dan malunya sama percis seperti yang dia rasakan kemarin. hehe..

Valentine ketiga dan keempat benar-benar tidak di spesialkan. Tiada apapun yang dibuat, ntah ada coklat atau tidak yang dikonsumsi waktu itu. Yang jelas hanya suara dari ponsel saja yang mengisi hari kasih sayang 2 tahun terakhir. Ya masing-masing makin larut dalam kesibukannya.

This valentine, dia memberikan setangkai mawar merah segar sebagai hadiah valentine tahun ini. Saat mencari mawar, dia sempat kaget karena ternyata banyak sekali mawar yang dijual oleh pedagang-pedagang musiman. Bentuk, warna dan bahannya juga bervariasi. Ada yang plastik, kertas maupun organik(hidup). Warnanya mulai dari orange, merah, putih, biru entah ada hitam atau hijau :p

Pilihannya jatuh pada mawar merah. Selain karena warnanya lebih original, warna merah melambangkan cinta yang agresif dan membara(vesi dia sih). Sebuah keinginan untuk meniupkan kobaran api cinta sehingga tidak mengecil.

Mawar hidup, dengan alasan mawar hidup adalah sesuatu yang asli, bukan buatan dan didapat dari proses alami yang tentu tidak mudah. Tumbuh dari bibit, kuncup hingga mekar dan terlihat indah. Sekaligus mengutip quote dari salah satu blog yang sering dia kunjungi yang berbunyi "women might fake orgasms, men fake whole relationships", setidaknya dia ingin memberikan sedikit non-fake item dalam relationshipnya. At least not all fake even he is a man ^^

Kenapa satu tangkai? Bukan karena gak punya duit atau pelit, tapi dengan satu tangkai dia hanya memberikan satu pilihan, "Love me just love me" :p

Sayang mawar yang dibeli dari penjual bunga tidak lagi memiliki duri, padahal duri itu mengingatkan setiap orang yang memegang mawar bahwa semua yang indah pasti memiliki saat-saat menyakitkan, tapi semua orang tetap merindukannya.

Mawar itu merupakan mawar ke-2 yang pernah dia beli. Memang bukan orang romantis yang selalu membeli bunga, tapi setiap hari harusnya setiap orang cukup bahagia setelah berada di sekitarnya, coz he's a rose blooming in the desert...

Happy Valentine's day Everyone

Wednesday, February 13, 2008

Kutukan Bintik Merah

Masalah yang paling sering dihadapi remaja memang "Jerawat". Kutukan bintik merah itu memang muncul karena hormon yang sedang tidak menguntungkan bagi tubuh. Namun apa yang salah ketika umur kepala 2 masih harus menanggung derita?

Kutukan bintik merah sudah menghantui dirinya sekitar sebulan terakhir. Pasukan titik-titik berwarna merah yang kelamaan menghitam ini muncul serempak dalam wujud jerawat halus pada awalnya. Seminggu kemudian, tenda-tenda tempat penampungan pasukan tadi sudah berhasil didirikan di berbagai tempat di gurun wajah seorang pemuda tanggung. Hilang sudah wajahnya yang biasanya halus bagai jalan tol Jagorawi.

Kutukan bintik merah semakin mengganas. Besar kecil sudah tidak dapat ditentukan lagi. Berbagai ukuran kini sudah lengkap di stock di wajahnya. Yang merah terasa perih, yang menghitam terasa gatal yang sudah matang minta di pencet.

Kebiasaan bergadang yang dalam kata lain tidur telat atau tidur pagi membuat mukanya amburadul. Dari 10 orang wanita segala usia yang biasanya terjatuh saat dia berjalan 500 meter, sekarang cuma 3 orang :p

Problem kedua adalah rasa perih berkepanjangan. Memang mesti dicari dukun yang udah buat kutukan. Konon kutukan bintik merah tidak cukup ditangkal dengan gerakan menggosok-gosok muka dengan sabun muka ber-ph 5,5. Tapi juga dengan bantuan tenaga dari kekuatan alam lainnya.

Maka datanglah padanya uluran tangan-Nya yang tidak terduga bahkan sempat membuatnya berhenti bernapas 1 detik. Memang karya kasih-Nya selalu muncul saat dibutuhkan, dalam bentuk yang tak terduga, lewat cara yang tak terbayangkan. Didapatkannya 2 paket sari alam yang sudah berbentuk bulat2. 10 bulatan sekali dipakai dan dipakai 2 - 3 kali dalam 1 hari. Tergantung kebutuhan aja. Sejauh ini efeknya muka menjadi lebih berminyak. Doain aja efek depan, bukan efek samping.

1 hari lagi hari valentine. Kutukan ini merupakan kerugian buat dia. Dengan keadaan seperti ini, tentu bakal mengurangi pendapatannya di valentine besok :p. Bukan benda berwarna gelap berasa manis, malah tumpukan benda berwarna gelap ,berbentuk bulat ,berasa pahit dan berbau khas yang menumpuk di depan kamarnya^^

1 hari untuk terbebas dari kutukan? Need a miracle here!!

nb:
thx to Hilman buat Judul ^^
this story is dedicated for whom behind Nyonya Meneer, thank you very much.

Tuesday, February 12, 2008

One Week after Valentine

Mentari bersembunyi di balik awan. Awan hitam sedang menguasai langit. Ditumpahkannya jutaan liter air ke bumi. Mengurangi bebannya yang semakin berat. Pukul sepuluh pagi, seorang pemuda tertidur lagi. Suhu kamar ditambah suara hujan membuat tidur semakin nikmat.

Sejam telah berlalu, dering ponsel clamshell-nya membangunkan dia dari mimpi indah rada2 gelo yang sedang dinikmatinya. Sebuah panggilan dari eks-bendahara sebuah HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang menagih janji-nya kepada seorang eks-bendahara sebuah Event tahunan yang baru saja lewat.

Terbangunlah dia dan melihat hujan sudah berhenti. Tidak ada alasan untuk tidur lagi. Sebelum mandi, disempatkannya melirik jadwal sidangnya. Wew, belum keluar juga. Maka melompatlah ia merasa masih bisa santai :p

20 menit kemudian, di atas daratan berwarna merah di sebuah Universitas swasta. Bertemu juga dia dengan orang-orang yang menantinya. Setelah urusan dinyatakan tidak selesai dan diundur hingga waktu yang ditentukan, mereka semua makan pagi bersama (walau udah jam 12 --").

Setelah puas melahap semangkuk Bakmie special jumbo yang menurut si pembuatnya tidak menggunakan pengawet, dia menuju tempat fotokopi, jual pulsa, jual ini itu yang sebenarnya tidak jelas isinya untuk membeli kertas dan peralatan untuk paper modeling yang akan digunakannya untuk mengisi waktu selama menunggu sidang skripsi.

Sesampainya di kamar, dengan terburu-buru ia kembali melirik jadwalnya. Ternyata memang masih belum keluar, maka sekali lagi dia bingung harus merasa lega atau kesal. Sesuai rencana maka dia mulai merakit sebuah model Gundam F91 dari kertas gambar.

Malam datang dengan cepat, merasa lapar maka ia berencana untuk mencari makan. Kampus yang sepi karena sedang libur, membuat dia terpaksa makan sendiri. Semua teman makannya sedang makan bersama keluarga di kampung halaman. Ya, makan sendiri memang kurang nikmat.

Sepulang makan, dikabarinya oleh temannya bahwa jadwal sidang mereka sudah keluar. Maka dengan napsu seperti ingin melihat berita artis yang kembennya melorot, dia melihat jadwalnya yang kini telah nampak dengan jelas.
21 Februari 2008, 13.00-17.00 H2c
Yah akhirnya jadwal yang dinantikan sudah diumumkan. Satu minggu tepat setelah hari kasih sayang. Tinggal bagaimanakah keberuntungan dia dan teman-temannya pada hari itu? Banyak-banyak doa deh ^^ Mudah-mudahan masih banyak kasih sayang yang tersisa dari si penguji :p

Ternyata kemunculan si jadwal belum bisa menggerakkan semangatnya yang sempat down gara2 kelamaan nunggu jadwal. Dia masih santai saja menikmati waktu yang tersisa. Sempat gondok karena seseorang yang gak mau pereksa ke dokter walau sudah 2 kali keram perut, akhirnya tenang juga setelah beberapa waktu. Semoga cepat sembuh!!

Malam ini sedikit aneh. Angin kencang menemani hujan yang turun dengan perlahan. Sehingga kain terpal di depan kamarnya berbunyi sangat kencang. Langit memerah, terang seperti sudah pagi saja. Tiba-tiba, blitz.. semua menjadi gelap. Mati lampu tengah malam, membuat pendingin ruangan gagal bekerja. Di tengah gelap dan panas, dia mencoba tertidur.. Oyasumi

Monday, February 04, 2008

Bintaro Race

Waktu sudah menunjukkan pukul 17:30 WIB, sebentar lagi sudah gelap dan sebenarnya sudah 3 jam terlambat dari waktu yang direncanakan dia untuk kembali ke kamar sementaranya. Tanda-tanda air surut di rute biasanya belum muncul juga. Wajar, daerah situ memang selalu lumpuh bila Jakarta banjir. Karena sudah akan gelap, terlalu bahaya bila nekat masuk tol lagipula gak akan dikasih masuk.

Diputuskannya perjalanan memutar via Bintaro. Dengan bantuan petunjuk seorang native yang akhirnya dia tidak berani tanya banyak-banyak karena sedang di Gereja, maka dia mulai berjalan mengikuti instingnya yang selama ini sih lumayan bagus.

Maka perjalanan ke bintaro dimulai dari berbelok di samping serpong plaza, dan ntah kenapa malah keluar di depan gerbang Alam Sutra. Menyadari kesalahannya, dia ambil rute memutar yang berlawanan dengan pintu Alam Sutra. Sampai juga di Graha something, dia lupa namanya. Sebuah komplek yang panjang yang menghubungkan Serpong dengan Bintaro.

Tanda-tanda awal bahwa dia merasa benar sampai di Bintaro adalah dilihatnya Sekolah Pembangunan Jaya, dimana seorang teman mengaku alumni sana. Kemudian Sekolah Global Jaya dan Polantas meyakinkan langkahnya bahwa jalannya sudah benar. Ditambah perempatan ujung sektor 1 yang hampir saja membuat dia pengen mampir ke jl.Camar ^^

Sesampainya di Bintaro Plaza, hari sudah gelap total. Lampu-lampu warna-warni menghiasi Bintaro malam yang cukup ramai. Ternyata mewah juga malam di Bintaro dimana rumah-rumah gedong turut menambah eksotisme malam di Bintaro. Pantas saja teman dia itu betah :p

Ok, sekarang ditemukan clue ke-2
Kalo udah nyampe BP (Bintaro Plaza), lurus terus ke arah Giant. Setelah itu ke arah BP (Bintaro Permai). Kalo udah liat Giant, belok ke kiri. Ada per-3 an lurus terus sampai nemu pos polisi. Masuk Bintaro Permai. Lurus, nemu pom bensi di kanan, belok kanan. Nemu alfamart di kanan, belok ke kiri. Habis itu lurus terus ikutin jalan, nanti ada kodam belok kanan. Trus ikutin jalan sampe lampu merah belok kiri. Habis itu tunggu clue berikutnya.
Kurang lebih begitu isi clue dari native asal Bintaro. Dan cukup membantu untuk bisa selamat sampai tujuan. Begitu sampai di lampu merah, pemuda yang sok tahu saat melihat persimpangan ini tidak mendengarkan nasihat. Bukan kenapa-kenapa, takut ganggu orang beribadah. Karma works, dan dia belum sidang. Jadi hati-hati ^^

Tanpa bertanya, digunakan instingnya yang sempat shock karena cape-cape muter-muter kok ditemukannya lagi plang Tangerang di ujung clue. Oleh karena itu dia memilih lurus dan mengikuti instingnya kalau jalan itu menuju meruya. Tak disangka, Software SIG (Sistem Informasi Geografis) yang well installed di otaknya berhasil menghantar dia sampe rute biasa dia ke kampusnya. Sisanya, automatic drive system di tangannya berhasil menghantar dia sampai tujuan. Dan tak berapa lama, hujan turun lagi.

Beruntung hujan turun tepat waktu, tampaknya "Dia" yang baik itu selalu memperdulikan anaknya yang melakukan sesuatu dengan tujuan baik. Bintaro Race yang berlangsung 2 jam ini juga menambah record database dari SIG di otaknya. Mudah-mudahan, bila perlu ke sana lagi, si native tidak perlu diganggu lagi.

Sunday, February 03, 2008

Pizza Promo

Suatu malam seorang pemuda tanggung hendak merayakan hari jadi ibunya dengan kecil-kecilan saja. Berhubung dia hanya bisa ada di rumah semalam, maka malam itu juga mereka sekeluarga mencari tempat untuk makan di luar. Karena hari sudah cukup malam, pilihan jatuh pada resto yang menu utamanya roti dari italia yang baru saja dibuka di daerah kota kelahirannya.

Seperti biasa, pemesanan dilakukan secara normal, walau menunggu cukup lama hingga hampir keluar dari tempat itu. Ntah pelayannya yang kurang, ato pengunjung yang tak berimbang. Pokoknya bener-bener pertanda tidak baik.

Kekecewaan awal ditandai dengan hadirnya lemon tea tanpa ice, dengan alasan es sedang habis dan beberapa menit kemudian, pelanggan sebelah dapat coca cola dingin yang buat sekeluarga ini ngeces. hehe.. gak segitunya sih :p

Kekecewaan berikut akan diperlihatkan lewat layar kaca monitor anda, kecuali monitor anda terbuat dari kertas.


Ok, here we go !Poin minus pertama, dihidangkannya tobasco tanpa tutup, bahkan dengan mulut botol yang dah berkerak. Sapa yang gak komplen --"

Namun karena keluarga ini berhati baik dan pengertian, dibiarkannya tobasco itu di meja tanpa complain dan berlanjut ke event selanjutnya.





Warning : gambar berikutnya berisi kekerasan rumah makan, bila anda tidak ingin teringat saat makan di tempat yang sudah mati-matian disembunyikan identitasnya ini, mohon jangan di teruskan :p














Ya 6 gambar diatas menunjukkan beberapa gambar pizza gosong yang dihidangkan begitu saja ke pelanggan hingga pelanggannya mencabik-cabik pizza itu sebagai pelampiasan hilangnya napsu makan yang tadinya sedang selangit. Akhir dari cerita ini, pizza yang dipesan diganti 2 dari 3 loyang, itu pun diganti medium dengan tambahan sosis karena yang large habis. Dan keluarga itu, memilih membungkus pizza baru yang sebenernya gak jauh beda namun sedikit lebih baik itu dan memakannya di rumah saat napsu makan sudah timbul lagi.

Diliriknya ke kiri dan ke kanan, garlic bread orang lain juga gosong apa lagi pizzanya, ntah kenapa pada tetap berhasil nelan dan diam saja. Padahal rasanya pahit.


Nama besar restoran ternyata bukan jaminan. Tanpa Quality Control yang tepat, hanya bikin sakit hati pelanggan. Beruntung cuma restonya yang di cap jelek, bukan merek dagangnya. Dan mungkin hari itu pertama dan terakhir kalinya keluarga itu dan orang-orang di situ untuk singgah di resto itu.

Akhir kata, cerita ini cuma informasi, tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun dan diharapkan tidak dimanfaatkan untuk ajang caci maki. Cukup tahu dan komentar dengan sopan bila berminat.


Saturday, February 02, 2008

What Banjir Do (end)

nb: harap baca Post sebelumnya terlebih dahulu biar nyambung.

Ok, barang-barang dan laptop sudah pada tempatnya. Dengan kemasan istimewa siap ditaro dimuka. Ya langsung saja lempar ke muka anda :p

Mengejar waktu yang semakin sore, dia mulai hensin dari pakaian seadanya menjadi pakaian perjalanan. Celana panjang, jaket dan sapu tangan di wajah selesai dikenakan dalam waktu 1 menit saja. Gak pake kembalian.

Roda sudah berputar, perjalanan menuju rumah pun dimulai. Rute yang direncanakan adalah arah pintu tol kebun jeruk. Rencananya mau masuk tol untuk menghindari banjir yang konon kata berita mencapai satu meter di daerah sepanjang jalan dia pulang biasanya.

Sesampainya di kebun jeruk, di depan stasiun televisi swasta, terlihat beberapa orang beradu mantra dengan petugas yang melarang masuk. Karena dilihatnya arah meruya lancar dan kering, dipikirnya daerah sana mampu untuk dilalui secara manusiawi. Karena itu tanpa ragu ditancap motor menuju daerah Puri Indah.

Sampai di jalan pinggir tol menuju Puri Indah, dia sempat mengumpat karena adanya beberapa orang yang sempet-sempetnya balapan di jalan raya. Mana suaranya berisik dan kalo ampe jatoh di situ, mana ada ambulan yang sanggup nyebrang banjir buat sambung hidup mereka orang. Ya liat aja, "karma works".

Melintasi pintu tol kembangan, dilihat lagi beberapa orang sedang nego. Kali ini bukan dengan petugas jalan tol, namun dengan 2 orang polisi yang ntah sangar ato tidak yang jelas berseragam. Karena masih penasaran dengan jalan biasa, dicobanya dulu untuk melaju terus. Dan memang tidak seharusnya karena di depan dia kini terlihat lautan coklat yang ada di Charlie and the Chocolate Factory sayang kurcaci-kurcaci itu (yang dia juga lupa namanya apa) gak ada.

Kata orang situ, banjir di depan akan mencapai pinggang orang dewasa, dan kalo memang berani silahkan jalan terus :p Disarankan mengambil rute bintaro untuk dapat keluar di serpong dan mencapai Tangerang hari ini juga. Merasa muter jauh dan tidak tahu jalan juga, dia lebih memilih kumpul2 bersama para pengendara motor lainnya di depan pintu tol.

Beberapa pengendara motor sedang adu mulut dengan 2 polisi yang jaga di depan. Namun 2 polisi itu bersikukuh kalo jalan tol sudah tidak dapat disusupi motor setelah pukul 5 sore, jadi bukan tidak boleh karena mulut orang-orang yang protes itu bau. Camkan itu!!

Sebagai seorang plegmatis yang menjauhi konflik, dia sih diem saja sambil melihat peluang. Dan motor-motor yang semakin banyak di situ semakin tidak sabar. Bunyi mesin yang ditarik dan klakson beraneka rasa dibunyikan keras-keras. Belom lagi teriakan-teriakan dari mulut yang ntah bau atau tidak itu bersahut-sahutan mengiringi bunyi klakson dan mesin yang menggerung-gerung.

Tidak sabar karena takut makin gelap, para pengendara motor yang jumlahnya sudah hampir seratus (orang, bukan motor) memblokir jalan mobil yang hendak masuk ke jalan tol dan membuat si polisi menyerah dalam 10 detik. Maka masuklah motornya dan dia ke jalan tol Jakarta-Merak ke-3 kalinya. Tahun lalu dia sempat mengalami sekali arah Jakarta dan sekali arah Tangerang karena masalah yang sama, banjir.

Berjalan di pinggir tol memang tidak enak, ditambah ban yang agak kempes membuat perjalanan semakin tidak nyaman. Dan memang anjuran polisi untuk tidak masuk tol itu karena mentari sore sudah menguning hingga menghalangi pandangan. 2 kali dia kaget karena depannya ternyata ada motor berhenti. Untung mantan pembalap, jadi langsung diloncatin de kaya mario bros :p

Kata-kata jalan bebas hambatan ternyata memang benar. 30 menit saja dia sudah sampai di kota kelahirannya. Andai tiap hari bisa seperti itu, dia bisa mengirit waktu dan juga bensin merah yang per liternya sudah mencapai 7750 --"

Akhirnya selamat sampai dirumah tanpa menyentuh air sekalipun. Bagi dia melihat beberapa motor diseret di air saja sudah cukup. Tak perlu sampai mengalami. Yang jadi pikiran, kalau sampai hujan lagi bisa gak senen pagi sudah kembali di tempat singgahnya? Mari berdoa, BISA!!

What Banjir Do (con)

Jakarta diserang!! Pasukan awan hitam dari langit sudah siap menembakkan peluru air ke bumi. Dan setelah bunyi petir pertama sebagai tanda dimulainya serangan, air dalam jumlah besar terjun bebas ke bumi sampai esok hari.

Penyerangan ini memang jarang terjadi. Tampaknya polusi dan asap kendaraan bermotor yang semakin memonopoli napas dari tiap makhluk hidup di Jakarta, ingin diberantas oleh dewa hujan. Hari itu, semua sumber asap direndam habis di tempat-tempat yang biasa menyediakannya asap tak sehat dalam jumlah besar. Kenalpot direndam, mesin pun dimasuki air. Bala tentara langit berseragam banjir menyusuri bumi Jakarta hingga kehidupan yang ramai lumpuh menjadi genangan air merendam jalan.

Perkantoran bubar (walau ada beberapa kantor gak tau diri), sekolahan libur, pedagang kaki lima ngungsi, bahkan orang-orang kaya lari cari kamar hotel karena rumahnya sedang dirazia banjir. Di daratan yang tidak direndam, masalah juga tidak terlalu beda. Seorang pemuda terjebak di ibu kota karena semua akses ke rumahnya ditutup oleh banjir yang tidak dangkal.

Pagi itu dingin sekali, hujan yang tidak berhenti dari semalam ditambah AC yang disetel seminim mungkin dari semalam menyebabkan tidur dibalik selimut merupakan satu-satunya pilihan kegiatan yang bisa dilakukan di kamar. Namun ternyata ada satu hal yang bisa membuat pikirannya berganti. LAPAR!! ya jam 12 siang dan belum makan pagi di saat dingin ini membuat tubuh ini selalu menagih dan memanggil-manggil dengan bunyi yang mengenaskan. Ditambah listrik yang mendadak padam menjadikan semua alasan untuk tetap berada di kamar hilang.

Sebuah rintihan kelaparan juga didapat dari kamar seberangnya. Seorang perempuan ceking (tidak gemuk maksudnya :p) menanyakan apakah ada bahan makanan tersisa. Pemuda itu tersentuh, diberitahukannya bahwa ia masih memiliki beberapa kantung susu coklat berinisial M yang didapatnya dari temannya. Sayang nasib si perempuan itu terlalu buruk, lelakinya bahkan tidak memiliki setetes pun air minum lagi di kamarnya apalagi untuk menyeduh susu. Ya pemuda baik hati ini kemudian menawarkan air minum di tempatnya untuk si perempuan.

Dilandasi simpati yang amat dalam, bergegaslah ia mandi dalam gelap. Saat seseorang berada dalam gelap maka dia akan berfikir indahnya dapat melihat cahaya dunia. Alangkah repotnya hidup tanpa cahaya. Tidak tahu dimana adanya sabun, tidak tahu dimana shampo untung masih ingat letak-letak onderdil tubuhnya yang harus di gosok :P Sedikit blunder, dia hampir saja memakai obat mukanya sebagai shampo --"

Selesai mandi dia berjalan bersama perempuan tadi menyusuri jalan yang sepi. Hanya beberapa kendaraan umum lalu lalang berusaha mengejar setoran sebisanya. Dengan payung yang agak kebesaran, pemuda itu berjalan melewati gang-gang sempit yang membuat dia kerepotan sendiri karena berkali-kali payungnya nyangkut.

Selesai makan makanan hangat di daerah Sandang, berjalanlah mereka kembali. Namun atas permintaan seorang teman, kembalilah si pemuda itu bersiap-siap keluar kamar lagi untuk mengembalikan buku pinjaman. Merasa tidak ada gunanya diam saat mati lampu, dibawanya sebuah kotak hitam berisi data bersamanya. Tujuannya dia mau numpang ngadem plus nonton di tempat temannya.

Jalan yang licin dan sandal pakalolo yang mewah bertentangan. Beberapa kali sendal itu terlepas dari bagian yang harus dilindunginya. Akibatnya pemuda itu harus berkali-kali berjalan balik mengambil sendalnya yang tertinggal di belakang. Benar-benar merepotkan.

Ternyata banjir tidak surut sampai malamnya, dan ini menyebabkan dia tak bisa kemana-kemana. Padahal, hari esok adalah hari penting buat dia apalagi buat seseorang yang sedang terjebak dikantor hingga harus menginap.

Sekali lagi banjir menghilangkan kesempatan yang tidak datang 2 kali. Saat ini dia sudah berencana untuk pulang. Mengingat panas sudah mulai terik. Berharap saja banjir ikut ditarik mundur ke barisan. Asal air dibawah kenalpot, tentu perjalanan akan lebih mudah.

Setelah mengepak barang dan membungkus laptopnya, dia akan segera berangkat menuju rumahnya. Ah.. sudah lama tak pulang, rindu rumah rasanya. Dan dia juga ingin mengucapkan selamat hari Ibu-nya yang tak bisa dia ucapkan langsung saat kemarin. Happy Birthday Mom ^^